IHSG5.863,78▼ 1.33%
BBCA6.075▼ 0.82%
BBRI3.100▲ 0.32%
BMRI3.980▲ 0.51%
BBNI3.410▲ 0.00%
TLKM2.230▼ 0.89%
ASII4.780▼ 0.62%
UNVR1.590▼ 1.55%
ICBP6.950▼ 0.71%
ADRO2.460▼ 1.99%
ANTM2.990▼ 1.97%
BBCA6.075▼ 0.82%
BBRI3.100▲ 0.32%
BMRI3.980▲ 0.51%
BBNI3.410▲ 0.00%
TLKM2.230▼ 0.89%
ASII4.780▼ 0.62%
UNVR1.590▼ 1.55%
ICBP6.950▼ 0.71%
ADRO2.460▼ 1.99%
ANTM2.990▼ 1.97%

Kanal

Nasional

Berita terbaru dan perspektif dari Nasional.

BI: Inflasi AS hingga Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu Rupiah Dekati Rp 18.0000
Nasional

BI: Inflasi AS hingga Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu Rupiah Dekati Rp 18.000

Bank Indonesia mengaitkan pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS dengan inflasi AS yang lebih tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dan ketidakpastian konflik Timur Tengah. BI menyatakan tetap melakukan intervensi dan menjaga likuiditas pasar.

Sumber Berita: Investor

Newsroom · 15 Okt 2026, 13.51 WIB

Forum “Strengthening Market Integrity” Dorong Penguatan Integritas Pasar Modal Indonesia0
Nasional

Forum “Strengthening Market Integrity” Dorong Penguatan Integritas Pasar Modal Indonesia

Pada 18 Juni, BEI menjadi tuan rumah forum yang diselenggarakan KAKI, IICD, dan CIPE untuk mendukung integritas serta transparansi pasar modal. Forum menyoroti transparansi kepemilikan sebagai upaya memperkuat kepercayaan investor dan tata kelola perusahaan.

Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.35 WIB

Perbandingan Risiko Investasi Emas dan Perak hingga Akhir 20260
Nasional

Perbandingan Risiko Investasi Emas dan Perak hingga Akhir 2026

Investasi perak lebih berisiko dibanding emas hingga akhir 2026. Harga perak turun lebih dari 50%, sedangkan emas turun 27% sejak rekor Januari 2026.

Sumber Berita: Bisnis Indonesia

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.32 WIB

Ini Biang Kerok IHSG Ambrol 2,31%, Waspada Koreksi Lanjutan0
Nasional

Ini Biang Kerok IHSG Ambrol 2,31%, Waspada Koreksi Lanjutan

IHSG turun 2,31% ke 5.085,82 akibat sentimen negatif global, seperti inflasi AS dan konflik geopolitik. Analis memperingatkan risiko koreksi lanjutan.

Sumber Berita: Bisnis Indonesia

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.32 WIB

HPE dan HR Emas Turun Lagi Periode II Oktober 2026, Ini Pemicunya0
Nasional

HPE dan HR Emas Turun Lagi Periode II Oktober 2026, Ini Pemicunya

Kementerian Perdagangan menetapkan penurunan HPE dan HR emas sebesar 3,15% untuk periode kedua Oktober 2026, antara lain dipengaruhi penguatan mata uang utama dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Sumber Berita: Bisnis Indonesia

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.32 WIB

Cek Kurs Dolar BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini saat Rupiah Dekati Rp17.9500
Nasional

Cek Kurs Dolar BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini saat Rupiah Dekati Rp17.950

Rupiah berisiko melemah ke Rp17.900–17.950 per dolar AS setelah inflasi AS September mencapai 3,7%. Artikel membandingkan kurs dolar di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI.

Sumber Berita: Bisnis Indonesia

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.32 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang, BP BUMN Dorong Masterplan KRL0
Nasional

Antisipasi Lonjakan Penumpang, BP BUMN Dorong Masterplan KRL

BP BUMN mendorong KAI mematangkan masterplan KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, dengan proyeksi 600 juta penumpang per tahun pada 2036.

Sumber Berita: Bisnis Indonesia

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.32 WIB

BRI Life dan BPJS Kesehatan Gabungkan JKN dan Asuransi Kesehatan, Tawarkan Satu Alur Layanan0
Nasional

BRI Life dan BPJS Kesehatan Gabungkan JKN dan Asuransi Kesehatan, Tawarkan Satu Alur Layanan

BRI Life bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan sejumlah rumah sakit menerapkan Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), yang mengintegrasikan JKN dengan asuransi kesehatan tambahan. Skema ini mencakup koordinasi kepesertaan aktif, sistem tagihan satu pintu, dan penjaminan biaya perawatan.

Sumber Berita: Kompas

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.16 WIB

Saham PTBA Berpotensi Cuan 16 Persen, Katalisnya Dividen0
Nasional

Saham PTBA Berpotensi Cuan 16 Persen, Katalisnya Dividen

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan saham PT Bukit Asam berpotensi memberikan imbal hasil hingga 16 persen dari peluang kenaikan harga dan estimasi dividen. Proyeksi laba dan penjualan perusahaan mempertimbangkan asumsi harga batu bara, kapasitas logistik, dan rencana produksi.

Sumber Berita: Kompas

Newsroom · 15 Okt 2026, 12.16 WIB