Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengaku telah menerima informasi mengenai keluhan masyarakat terkait mahalnya harga tiket pesawat. Keluhan tersebut disampaikan dalam sejumlah komunikasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan, meski tidak melalui pengaduan resmi. Dudy mengatakan, mahalnya harga tiket pesawat berkaitan dengan sejumlah faktor, termasuk harga avtur dan nilai tukar rupiah. Namun, ia menilai pergerakan kurs berada di luar kendali langsung pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. “Ya, mungkin bukan aduan secara resmi, tapi dalam beberapa komunikasi tentunya dengan DJPU, kondisi tersebut disampaikan,” ujar Dudy di Jakarta, Senin (26/10/2026). Dia berharap kondisi ekonomi membaik sehingga tekanan terhadap industri penerbangan dapat berkurang. Dengan demikian, harga tiket pesawat diharapkan bisa lebih terjangkau bagi masyarakat. “Kita berharap bahwa kondisi menjadi lebih baik sehingga semua yang terkait dengan penerbangan bisa semakin lebih baik lagi. Harga bisa turun, kemudian kurs juga bisa lebih baik lagi,” katanya. Di sisi lain untuk mendorong minat masyrakat bepergian disaat Nataru, Pemerintah menyiapkan insentif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengatakan, masyarakat sudah bisa membeli tiket dengan skema insentif tersebut, untuk jadwal penerbangan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Kebijakan tersebut didukung oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2026 tentang PPN atas jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi pada periode libur Natal dan Tahun Baru yang ditanggung pemerintah. “Jadi yang jelas udara. Jadi berlaku pembelian tiket sudah bisa, mulai sekarang. Untuk tiket penjualan pada tanggal 22 Desember sampai 10 Januari,” ujar Lukman.
Menhub Dengar Keluhan Tiket Pesawat Mahal, Singgung Harga Avtur dan Pelemahan Rupiah
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Oktober 2026 Naik, Ini Rincian Terbarunya
Kompas
schedule1 jam yang lalu · 10.34 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Harga emas Antam pada 27 Oktober 2026 naik Rp 10.000 menjadi Rp 2.550.000 per gram, menurut laman Logam Mulia. Artikel juga merinci harga berdasarkan berat serta pajak pembelian dan penjualan kembali.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 10.34 WIB

Danantara Targetkan Investasi Industri Strategis Rp 555,1 Triliun dalam 3 Tahun
Kompas
schedule1 jam yang lalu · 10.34 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Danantara memprioritaskan pengembangan semikonduktor dan material maju sebagai bagian dari portofolio proyek strategisnya. Lembaga itu menyiapkan investasi industri strategis senilai 20 miliar hingga 30 miliar dollar AS dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 10.34 WIB

Jaringan Listrik Regional Mendesak Direalisasikan untuk Jaga Ketahanan Energi ASEAN
Kompas
schedule2 jam yang lalu · 10.12 WIBvisibility1menu_book1 mnt
ASEAN Power Grid dan kerja sama regional dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi serta mempercepat transisi energi bersih. Rencana yang disebut mencakup interkoneksi listrik dan harmonisasi aturan perdagangan lintas batas.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 10.12 WIB
