Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa (27/10/2026), setelah indeks terkoreksi 1,22 persen saat penutupan perdagangan awal pekan ini. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan IHSG membentuk pola pembalikan arah atau rebound, sekalipun koreksi tetap “menghantui” indeks. Secara teknikal, IHSG membentuk pembalikan arah dari pola wave 5/(C)/Y. Indikator Stochastic K_D menunjukkan sinyal positif, meskipun indikator relative strength index (RSI) pada area negatif dan volume transaksi menurun. “Berdasarkan indikator teknikal, sinyal Stochastics K_D menunjukkan arah positif, walaupun sinyal RSI berada di area negatif dan volume transaksi mengalami penurunan,” tulis Nafan dalam riset hariannya, Selasa pagi ini. Ia memperkirakan level support IHSG antara 5.246-5.111. Sedangkan posisi resistance 5.455-5.597. Untuk sentimen market domestik berasal dari dinamika eksternal dan internal. Beberapa di antaranya; suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75-4 persen. Namun, sikap mempertahankan suku bunga belum menjadi sinyal pelonggaran kebijakan moneter. Pasalnya, inflasi AS mencapai 3,7 persen secara tahunan pada September, jauh di atas target The Fed 2 persen. Kenaikan harga energi, terutama di tengah konflik AS-Iran, meningkatkan risiko tekanan inflasi. Karena itu, investor mencermati bukan hanya keputusan suku bunga pada Oktober, melainkan petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026. Investor global menantikan laporan keuangan Microsoft dan Alphabet pada Rabu (28/10/2026), disusul Amazon pada Kamis (29/10/2026). Kinerja ketiga perusahaan itu dinantikan investor, terutama melihat pertumbuhan pendapatan dari bisnis kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud computing). Investor menunggu laporan ihwal belanja infrastruktur AI mampu menghasilkan imbal hasil yang memadai. Lebih jauh, ketidakpastian mengenai status Indonesia dalam indeks MSCI masih membayangi kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik. Khususnya, usulan reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Di tengah sentimen itu, reformasi pasar modal, termasuk penguatan pengawasan terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC), menjadi faktor penting memulihkan kepercayaan investor global. Nafan menilai, langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat pengawasan dan menjaga transparansi perdagangan sebagai katalisnya.
IHSG Diprediksi Menguat, Ritel Bisa Cermati 6 Saham Pilihan Analis
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Oktober 2026 Naik, Ini Rincian Terbarunya
Kompas
schedule29 menit yang lalu · 10.34 WIBvisibility0menu_book1 mnt
Harga emas Antam pada 27 Oktober 2026 naik Rp 10.000 menjadi Rp 2.550.000 per gram, menurut laman Logam Mulia. Artikel juga merinci harga berdasarkan berat serta pajak pembelian dan penjualan kembali.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 10.34 WIB

Menhub Dengar Keluhan Tiket Pesawat Mahal, Singgung Harga Avtur dan Pelemahan Rupiah
Kompas
schedule29 menit yang lalu · 10.34 WIBvisibility0menu_book1 mnt
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menyebut harga avtur dan nilai tukar rupiah sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan mahalnya tiket pesawat. Pemerintah menyiapkan insentif PPN ditanggung pemerintah untuk tiket penerbangan domestik kelas ekonomi saat periode Nataru.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 10.34 WIB

Danantara Targetkan Investasi Industri Strategis Rp 555,1 Triliun dalam 3 Tahun
Kompas
schedule29 menit yang lalu · 10.34 WIBvisibility0menu_book1 mnt
Danantara memprioritaskan pengembangan semikonduktor dan material maju sebagai bagian dari portofolio proyek strategisnya. Lembaga itu menyiapkan investasi industri strategis senilai 20 miliar hingga 30 miliar dollar AS dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 10.34 WIB
