JAKARTA, investor.id – Sebanyak 20 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalokasikan total dana hingga Rp 19,3 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham. Aksi serentak serok saham ini bakal berlangsung hingga 2027. Berdasarkan kompilasi data rencana buyback saham, yang disusun Kiwoom Sekuritas Indonesia, dikutip pada Selasa (27/10/2026), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten dengan alokasi terbesar, yakni Rp 5 triliun. Sejumlah emiten perbankan, energi, pertambangan, perkebunan, hingga barang konsumsi turut masuk dalam daftar pembelian kembali saham tersebut. BBCA membuka program buyback saham pada 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027. Berikutnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalokasikan Rp 1,17 triliun untuk periode 30 April 2026–29 April 2027. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan anggaran Rp 627 miliar untuk periode 27 Juli–26 Oktober 2026. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalokasikan Rp 500 miliar pada 17 September–17 Desember 2026. Selanjutnya, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menyediakan Rp 120 miliar untuk periode 28 September–24 Desember 2026. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menyiapkan Rp 500 miliar sejak 30 September hingga 30 Desember 2026. Memasuki Oktober, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalokasikan Rp 2 triliun untuk periode 1 Oktober–31 Desember 2026. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyusul dengan Rp 400 miliar pada 2 Oktober–28 Desember 2026. Pada 19 Oktober, empat emiten memulai buyback, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 1 triliun hingga 18 Januari 2027. Tiga emiten lainnya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 1 triliun, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 500 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 1 triliun. Ketiganya menjadwalkan buyback hingga 31 Desember 2026. Pada 20 Oktober, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mengalokasikan Rp 100 miliar hingga 19 Januari 2027. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyediakan Rp 1 triliun hingga 31 Desember 2026. Berikutnya, pada 22 Oktober, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyiapkan Rp 1 triliun hingga 22 Januari 2027. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menganggarkan Rp 1 triliun hingga 21 Januari 2027. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) turut mengalokasikan Rp 200 miliar untuk periode 22 Oktober–31 Desember 2026. Terakhir, tiga emiten memulai buyback saham pada 26 Oktober 2026, yakni PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Adapun total Rp 19,3 triliun merupakan akumulasi alokasi dana, bukan realisasi pembelian saham. Besaran dana yang benar-benar terserap bergantung pada pelaksanaan masing-masing program.
Aksi Serentak Serok Saham, BBCA Terbesar
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 27 Oktober 2026
Bisnis Indonesia
schedule23 menit yang lalu · 08.58 WIBvisibility0menu_book1 mnt
IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah tekanan rupiah, rilis kinerja emiten kuartal III/2026, dan penantian keputusan suku bunga The Fed. Analis menyoroti level support dan resistance serta kondisi teknikal indeks.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 27 Okt 2026, 08.58 WIB

Pasar Saham Brasil Anjlok Usai Pilpres, Nilai Tukar Melemah 10 Persen
Kompas
schedule30 menit yang lalu · 08.51 WIBvisibility0menu_book1 mnt
Pasar saham dan nilai tukar Brasil tertekan setelah hasil pemilihan presiden yang mengejutkan pasar. ETF iShares MSCI Brazil turun 25 persen, sementara real Brasil melemah 10,5 persen terhadap dollar AS dalam laporan tersebut.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 08.51 WIB

Krisis Lapangan Kerja dan Masa Depan Ekonomi Generasi Muda
Kompas
schedule30 menit yang lalu · 08.51 WIBvisibility0menu_book1 mnt
Artikel ini menyoroti kesulitan generasi muda memperoleh pekerjaan yang layak meski Indonesia memiliki populasi usia produktif besar. Data BPS yang dikutip menunjukkan pengangguran terbuka kelompok usia 15–24 tahun naik menjadi 17,37 persen pada Mei 2026.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 27 Okt 2026, 08.51 WIB
