Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 459,3 miliar dollar AS, tumbuh 5,6 persen secara tahunan. Angka tersebut meningkat dari 454,8 miliar dollar AS pada Juli, sehingga bertambah 4,5 miliar dollar AS dalam sebulan. BI menyebut kenaikan terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, sementara ULN swasta turun. ULN pemerintah tercatat 220,9 miliar dollar AS, tumbuh 3,3 persen secara tahunan; BI mengaitkan perkembangannya terutama dengan aliran masuk pada Surat Berharga Negara. Pemerintah menyatakan pengelolaan ULN dilakukan secara pruden, terukur, dan fleksibel. Penggunaannya sebagai salah satu komponen pembiayaan APBN diarahkan untuk mendukung sektor produktif dengan memperhatikan keberlanjutan utang. Porsi ULN pemerintah terbesar dialokasikan untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22 persen), administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (20,7 persen), jasa pendidikan (16,2 persen), konstruksi (11,4 persen), serta transportasi dan pergudangan (8,5 persen).
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 459,3 Miliar Dollar AS pada Agustus 2026
Bank Indonesia melaporkan utang luar negeri Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 459,3 miliar dollar AS, tumbuh 5,6 persen secara tahunan. Posisi tersebut naik 4,5 miliar dollar AS dibanding Juli 2026.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun
Direktur Utama Bayan Resources Low Tuck Kwong membeli sekitar 100 juta saham BYAN senilai Rp1,12 triliun untuk tujuan investasi. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 10,25% dari hak suara.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
