Bisnis.com, JAKARTA — PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI mencatatkan pertumbuhan volume transaksi perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang dikliringkan sebesar 109,4% secara tahunan hingga September 2026. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama KBI Adiyasa Suhadibroto mengatakan realisasi tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan sekaligus kepercayaan pelaku pasar terhadap layanan kliring perseroan. "Hingga September, volume transaksi PBK yang dikliringkan PT KBI tercatat tumbuh sebesar 109,4% secara tahunan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026). Realisasi tersebut, lanjutnya, menjadi dorongan bagi perseroan untuk mempertahankan kinerja, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan. KBI yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Danantara Asset Management KBI saat ini menjalankan fungsi kliring, penjaminan, dan penyelesaian transaksi perdagangan berjangka komoditi. Fungsi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan transaksi dan mendukung ekosistem perdagangan yang aman serta tepercaya. Dari sisi kinerja, KBI tercatat telah meraih tiga pengakuan dalam ajang The Asian Post Best State owned Enterprise 2026.