JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI/BP2MI) menargetkan bisa mengirim 140.000 pekerja Indonesia ke luar negeri pada tahun 2027. Target tersebut berusaha direalisasikan melalui program pelatihan SMK Go Global yang dijalankan bersama Kementerian Perindustrian. “Untuk tahun ini, kita targetkan sementara baru 1.066 (peserta) yang Insyaallah dilatih. Tapi, tahun depan Insyaallah naik, target kita ada 140.000 secara keseluruhan,” ungkap Menteri P2MI Mukhtarudin dalam Konferensi Pers di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Kamis (15/10/2026). SMK Go Global merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kompetensi para lulusan sekolah menengah kejuruan agar mampu berkarier di luar negeri. Program ini dijalankan dengan melihat demand atau permintaan dari luar negeri terhadap para pekerja migran asal Indonesia. Selanjutnya, pemerintah akan melihat kompetensi apa yang memang industri luar negeri butuhkan. Kemudian, pemerintah baru menyelenggarakan berbagai pelatihan di BDI sesuai kompetensi yang dibutuhkan. “Sehingga optimalisasi dari hasil pelatihan itu akan banyak terserap langsung ke pasar global. Jadi, kita balik paradigmanya, ada dulu demand-nya, baru kompetensi yang dibutuhkan, baru kita latih,” sambung Mukhtarudin. Kementerian P2MI juga akan menggandeng kementerian lain dalam memberikan pelatihan. Misalnya, lowongan pekerjaan yang sedang dibutuhkan di luar negeri adalah perawat, maka Kementerian Kesehatan lah yang akan diajak bekerja sama. Lalu, jika lowongan pekerjaan yang dibutuhkan di industri perikanan, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan lah yang diajak bekerja sama untuk memberikan pelatihan, begitu seterusnya. Mukhtarudin mengatakan, kapasitas dari Balai Diklat Industri milik Kementerian Industri yang menjadi tempat pelatihan para peserta kapasitasnya mencapai 11.000. Oleh karena itu, ke depan pelatihan-pelatihan ini akan terus ditingkatkan agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.
SMK Go Global, Pemerintah Targetkan Kirim 140.000 Pekerja Migran pada 2027
KemenP2MI menargetkan pengiriman 140.000 pekerja Indonesia ke luar negeri pada 2027 melalui program pelatihan SMK Go Global. Pelatihan dirancang mengikuti permintaan dan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja luar negeri.
Diperbarui:
/data/photo/2026/10/15/6ad08c1041136.jpg)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 15 Oktober 2026: TAPG, BSDE, MEDC
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan TAPG, BSDE, dan MEDC untuk perdagangan Kamis (15/10/2026), dengan sejumlah indikator teknikal dan target harga. Artikel juga menyebut prapenjualan BSDE dan akuisisi hak partisipasi MEDC yang masih menunggu persetujuan pemerintah.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 20.56 WIB
Sorotan AllianzGI ke Pasar Saham Indonesia
Allianz Global Investors Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, didukung disiplin fiskal, surplus perdagangan, cadangan devisa yang memadai, dan permintaan domestik yang stabil. Namun, kebijakan The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik dapat memengaruhi sentimen investor.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 20.56 WIB
0UMKM RI Dapat Jalan ke Pasar Global, Ada 10 Kesepakatan Ekspor Rp 69 Miliar
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut 10 nota kesepahaman UMKM senilai sekitar Rp 69 miliar dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2026 sebagai upaya membuka akses pasar global. Kesepakatan itu didukung penjajakan bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli luar negeri.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 20.27 WIB
