Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kerja sama antara pelaku usaha menjadi salah satu upaya membuka akses pasar global bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, tercatat 10 nota kesepahaman (MoU) UMKM dengan nilai sekitar Rp 69 miliar untuk mendukung ekspor ke berbagai negara. Budi mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra potensial dari luar negeri. Dia bilang, pemerintah juga telah melakukan persiapan selama satu tahun melalui perwakilan Indonesia di luar negeri dan kegiatan penjajakan bisnis atau business matching. “Kami melakukan business matching dengan calon pembeli potensial di luar negeri, sehingga mereka sudah mengenal produk dan pelaku usaha,” kata Budi di ICE BSD Tangerang, Kamis (15/10/2026). “Di Expo, mereka bertemu langsung, melihat produk, dan melanjutkan pembicaraan hingga menghasilkan transaksi,” lanjut Budi. Menurut Budi, proses penjajakan sebelum pameran membantu mempertemukan eksportir dengan calon pembeli yang sesuai. “Pameran tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang terciptanya kesepakatan bisnis dan transaksi ekspor,” kata dia. Dia menambahkan, jumlah calon pembeli potensial yang hadir dalam pameran tersebut masih membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar. Dia juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan besar dalam mendukung pengembangan UMKM dan membantu pelaku usaha lokal memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memasuki pasar internasional. Sementara itu, Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Georgios Badaro mengatakan Indonesia memiliki peran yang semakin penting dalam rantai pasok global Grup Nestle, terutama untuk ekspor produk lokal. Dia mengatakan, Nestle telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 55 tahun. Hingga akhir 2026, Nestle Indonesia menargetkan ekspor lebih dari 50.000 ton produk jadi ke lebih dari 30 negara di tiga benua. “Target ekspor kami lebih dari 50.000 ton produk jadi ke lebih dari 30 negara di tiga benua, dari empat pabrik di dalam negeri. Produk yang kami jual, juga lebih dari 93 persen diproduksi secara lokal,” tegas Georgios.
UMKM RI Dapat Jalan ke Pasar Global, Ada 10 Kesepakatan Ekspor Rp 69 Miliar
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut 10 nota kesepahaman UMKM senilai sekitar Rp 69 miliar dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2026 sebagai upaya membuka akses pasar global. Kesepakatan itu didukung penjajakan bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli luar negeri.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
