PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 66 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan Badung selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Langkah ini memberi lebih banyak pilihan waktu bagi masyarakat untuk mendapatkan BBM sekaligus membantu mengurai antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perusahaan mempercepat distribusi BBM melalui penguatan armada mobil tangki, penambahan personel, operasional terminal selama 24 jam, serta optimalisasi pasokan melalui kapal pengangkut BBM yang telah bersandar. Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki, terdiri dari 99 unit standby dan 9 unit spot charter. Kesiapan armada didukung 465 Awak Mobil Tangki (AMT), termasuk 365 personel standby dan 100 personel perbantuan lintas daerah. Fuel Terminal (FT) Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis juga dioperasikan selama 24 jam. Penguatan pasokan dilakukan melalui kedatangan kapal pengangkut BBM agar penerimaan dan penyaluran dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan di lapangan. Perusahaan menyatakan tetap mengutamakan keselamatan. Setiap awak mobil tangki wajib menjalani pemeriksaan kesiapan kerja sebelum bertugas. Pengaturan rotasi kerja diterapkan untuk menjaga stamina dan mencegah kelelahan selama proses penyaluran.
Percepat Distribusi BBM di Bali, 66 SPBU Denpasar dan Badung Beroperasi 24 Jam
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 66 SPBU di Denpasar dan Badung selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan layanan BBM dan membantu mengurai antrean. Perusahaan juga menambah armada mobil tangki, personel, serta jam operasional terminal.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Hadapi Dinamika Pasar di Kuartal IV-2026, Begini Strategi Investasi dari AllianzGI
AllianzGI Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, tetapi pasar menghadapi tantangan dari kebijakan The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik. Perusahaan menekankan pendekatan selektif di saham dan pengelolaan risiko durasi serta likuiditas di obligasi.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
Kebijakan Moneter AS Bikin Bursa Asia Keok di Perdagangan Kamis (15/10)
Bursa Asia melemah pada Kamis (15/10/2026) setelah inflasi AS kembali melampaui perkiraan dan investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Rully Arya Wisnubroto menilai volatilitas berpotensi tetap tinggi, meski peluang pemulihan selektif masih ada.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
0Aturan Baru OJK: Rencana Bisnis Bank Harus Realistis dan Berbasis Risiko
OJK menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2026 tentang Rencana Bisnis Bank Umum, sebagai pembaruan aturan tahun 2016. OJK menyatakan aturan ini ditujukan untuk mendukung sistem perbankan yang sehat dan memperkuat perencanaan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan industri, digitalisasi, dan dinamika ekonomi.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.16 WIB
