IHSG memiliki peluang untuk rebound teknikal pada Rabu (14/10/2026). Sejumlah saham seperti PTBA, EMAS, hingga ERAA direkomendasikan analis hari ini. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan perhatian pasar tertuju pada rilis CPI AS September. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan 3,6%, naik dari 3,4% pada Agustus. Realisasi di atas ekspektasi berisiko memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta dana asing ke pasar emerging market. Perkembangan geopolitik dan sentimen MSCI juga perlu dicermati. “Secara teknikal, candle terakhir membentuk hammer di area support 5.850–5.800, membuka peluang technical rebound. Namun, MACD masih menunjukkan momentum bearish sehingga konfirmasi penguatan tetap diperlukan,” tulis analis dalam risetnya, Rabu (14/10/2026). Jika support ditembus, IHSG berisiko melemah menuju 5.750; resistance terdekat berada di 6.000–6.020. Saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menjadi rekomendasi buy dengan target Rp3.320–Rp3.420 dan stop loss di bawah Rp3.100. Analis juga merekomendasikan buy PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), target Rp8.300–Rp8.600 dan stop loss di bawah Rp7.700. Untuk PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), target harga Rp655–Rp670 dan stop loss di bawah Rp600. ERAA sedang membentuk pola ascending triangle dengan resistance Rp630 dan support dinamis yang terus naik. MACD masih berada di bawah garis signal sehingga momentum bullish belum terkonfirmasi penuh. Strateginya buy on break jika harga menembus Rp630 dengan volume kuat, dengan target Rp655–Rp671.
Peluang Rebound IHSG Hari Ini (14/10), Cermati Saham PTBA Hingga ERAA
IHSG berpeluang rebound teknikal, sementara investor mencermati CPI AS, geopolitik, dan sentimen MSCI. Analis merekomendasikan PTBA, EMAS, dan ERAA dengan target dan batas risiko tertentu.
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Hadapi Dinamika Pasar di Kuartal IV-2026, Begini Strategi Investasi dari AllianzGI
AllianzGI Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, tetapi pasar menghadapi tantangan dari kebijakan The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik. Perusahaan menekankan pendekatan selektif di saham dan pengelolaan risiko durasi serta likuiditas di obligasi.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
Kebijakan Moneter AS Bikin Bursa Asia Keok di Perdagangan Kamis (15/10)
Bursa Asia melemah pada Kamis (15/10/2026) setelah inflasi AS kembali melampaui perkiraan dan investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Rully Arya Wisnubroto menilai volatilitas berpotensi tetap tinggi, meski peluang pemulihan selektif masih ada.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
0Aturan Baru OJK: Rencana Bisnis Bank Harus Realistis dan Berbasis Risiko
OJK menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2026 tentang Rencana Bisnis Bank Umum, sebagai pembaruan aturan tahun 2016. OJK menyatakan aturan ini ditujukan untuk mendukung sistem perbankan yang sehat dan memperkuat perencanaan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan industri, digitalisasi, dan dinamika ekonomi.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.16 WIB
