TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut nilai transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 mencapai 13,2 miliar dollar AS (Rp 236,7 Miliar). Adapun kesepakatan dagang yang ditandatangani mencapai 168 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara eksportir dan importir dari 20 negara. “Target transaksi tahun ini adalah 17,5 miliar dollar AS,” kata Budi di ICE BSD Tangerang, Kamis (15/10/2026). Budi menjelaskan, capaian transaksi tersebut merupakan hasil persiapan yang dilakukan selama satu tahun, termasuk melalui perwakilan Indonesia di luar negeri dan kegiatan penjajakan bisnis atau business matching dengan calon pembeli potensial. Melalui kegiatan tersebut, calon pembeli dari berbagai negara telah diperkenalkan dengan produk Indonesia dan pelaku usaha sebelum pameran berlangsung. Pertemuan secara langsung di TEI kemudian memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk melihat produk, melanjutkan pembicaraan bisnis, dan mencapai kesepakatan transaksi. Menurut Budi, strategi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli internasional sekaligus memperluas akses pasar produk dalam negeri. Pada hari kedua pameran, Budi juga menyaksikan penandatanganan 10 MoU yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kelompok usaha yang disebut dalam sambutannya. “10 MoU itu bernilai Rp 69 miliar,” tambah Budi. Dia menjelaskan, kehadiran calon pembeli potensial dalam TEI membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar ekspor. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Georgios Badaro mengatakan Indonesia memiliki peran yang semakin penting dalam rantai pasok global Grup Nestle, terutama untuk ekspor produk lokal. Nestle Indonesia, yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 55 tahun, memiliki empat pabrik di dalam negeri. Perusahaan menyebut lebih dari 93 persen produk yang dijualnya di Indonesia diproduksi secara lokal. “Hingga akhir 2026, kami menargetkan ekspor lebih dari 50.000 ton produk jadi ke lebih dari 30 negara di tiga benua,” tegas Georgios.