JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat berbagai strategi untuk menjaga kinerja perdagangan Indonesia tetap positif di tengah tantangan perdagangan global. Awalnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, ekspor Indonesia pada periode Januari–Agustus 2026 tercatat mencapai US$ 193,64 miliar, tumbuh 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 184,89 miliar. Capaian tersebut turut menopang surplus neraca perdagangan Indonesia yang secara kumulatif hingga Agustus 2026 mencapai US$ 7,25 miliar. “Secara kumulatif hingga bulan Agustus ini, kita mencatatkan surplus naraca belakangan sebesar 7,25 miliar dolar AS,” ungkap Budi Santoso dalam acara Trade Expo Indonesia di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (14/10/2026). Mendag yang akrab disapa Busan menyampaikan, capaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Untuk menjaga momentum tersebut, Kementerian Perdagangan menjalankan tiga fokus program utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program Dari Lokal untuk Global. Busan membeberkan, program pengamanan pasar dalam negeri diarahkan untuk memperkuat daya saing produk lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik yang besar. Melalui langkah ini, produk dalam negeri diharapkan semakin kompetitif dan memiliki ruang lebih luas di pasar nasional. Sementara itu, perluasan pasar ekspor dilakukan melalui pembukaan akses ke negara-negara baru, salah satunya lewat perjanjian dagang. Hingga saat ini, sebanyak 25 perjanjian dagang telah diimplementasikan, sedangkan 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan. Kemendag juga mendorong program Dari Lokal untuk Global untuk memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perdagangan internasional. Upaya ini dilakukan melalui fasilitasi business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri, didukung 46 kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan di 33 negara. Selain UMKM, Kemendag turut memfasilitasi produk-produk unggulan desa agar mampu menembus pasar ekspor. Kemitraan dengan pasar domestik juga diperkuat untuk meningkatkan penyerapan produk lokal di dalam negeri. “Kami juga melakukan fasilitasi agar desa bisa ekspor, dimana banyak produk dari desa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan hingga menembus paksa ekspor,” pungkas Busan.