PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) membukukan laba bersih sebesar Rp 120,87 miliar hingga September 2026. Perolehan tersebut meningkat 10,9% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Rp 108,99 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan pada Senin (26/10/2026), pendapatan bersih BLOG mencapai Rp 1,13 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan tersebut tumbuh 18,5% yoy dibandingkan Rp 954,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan BLOG meningkat 20% yoy menjadi Rp 915,70 miliar dari Rp 762,91 miliar. Dengan demikian, laba bruto perusahaan naik 12,5% yoy menjadi Rp 215,46 miliar dibandingkan Rp 191,61 miliar pada September 2025. Di sisi lain, beban operasional meningkat 33,1% yoy menjadi Rp 73,03 miliar dari Rp 54,84 miliar. Meski begitu, laba sebelum pajak BLOG masih tumbuh 10,7% yoy menjadi Rp 154,44 miliar dari Rp 139,49 miliar. Kinerja laba perusahaan turut ditopang keuntungan atas penjualan aset tetap sebesar Rp 27,33 miliar. Nilai tersebut meningkat 72,9% yoy dibandingkan Rp 15,80 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban keuangan bersih BLOG naik 11,3% yoy menjadi Rp 15,01 miliar dari Rp 13,48 miliar. Beban pajak juga meningkat 10,1% yoy menjadi Rp 33,56 miliar dari Rp 30,50 miliar. Dari sisi neraca, total aset BLOG per 30 September 2026 mencapai Rp 1,17 triliun, naik 13% dibandingkan Rp 1,03 triliun pada akhir Desember 2025. Total liabilitas meningkat 20,5% menjadi Rp 495,41 miliar dari Rp 410,96 miliar, sedangkan total ekuitas naik 8% menjadi Rp 670,53 miliar dari Rp 620,63 miliar. Adapun laba per saham BLOG tercatat sebesar Rp 36 hingga September 2026, turun 25% dibandingkan Rp 48 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba Trimitra Trans (BLOG) Naik 10,9% Jadi Rp 120,87 Miliar hingga September 2026
Diperbarui:
/2026/03/30/1776083362.jpg)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga

Lima Raksasa Bursa di Tengah Prahara, BMRI Melawan
Investor
schedule51 menit yang lalu · 07.47 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Lima saham—BMRI, TLKM, BBCA, BBRI, dan ANTM—mencatat net sell asing di atas Rp100 miliar pada Senin (26/10). BMRI mengalami net sell terbesar, Rp400 miliar, tetapi harga sahamnya justru menguat 0,2%.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 27 Okt 2026, 07.47 WIB

Aksi Serentak Serok Saham, BBCA Terbesar
Investor
schedule51 menit yang lalu · 07.47 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Sebanyak 20 emiten di Bursa Efek Indonesia mengalokasikan dana hingga Rp19,3 triliun untuk buyback saham hingga 2027. BBCA menjadi emiten dengan alokasi terbesar, yakni Rp5 triliun.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 27 Okt 2026, 07.47 WIB
BEI Tingkatkan Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal Indonesia
Bursa Efek Indonesia (IDX)
schedule2 jam yang lalu · 06.45 WIBvisibility1menu_book1 mnt
BEI dan OJK menyatakan komitmen memperkuat transparansi pasar modal melalui penyempurnaan pengawasan perdagangan dan tata kelola mekanisme High Shareholding Concentration (HSC). IDX menyebut FTSE Russell mengapresiasi reformasi Indonesia dan mempertahankan statusnya sebagai Secondary Emerging Market, sementara OJK melaporkan IHSG naik 4,9% pada pekan 19–23 Oktober 2026.
Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)
Newsroom · 27 Okt 2026, 06.45 WIB
