PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui anak usahanya KAI Properti melakukan groundbreaking proyek Hunian Manggarai di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026). Proyek ini membangun delapan tower hunian vertikal setinggi 24 lantai di atas lahan milik KAI seluas 2,2 hektare yang terbagi menjadi Blok G (sekitar 7.000 m²) dan Blok F (sekitar 1,5 hektare). Total 3.784 unit hunian disediakan khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sesuai kualifikasi pemerintah. Rinciannya: Blok G berisi tiga tower dengan 1.276 unit, sedangkan Blok F terdiri dari lima tower dengan 2.508 unit. Di samping itu disediakan 150 unit ritel pendukung — 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F. Harga unit ditargetkan mulai Rp500 juta dan tetap di bawah Rp600 juta. Bank BTN menyediakan skema KPR tenor hingga 40 tahun dengan bunga tetap 6% hingga lunas. Nixon Napitupulu, Direktur Utama BTN, menyarankan asuransi KPR tenor panjang dibatasi 20 tahun untuk mengurangi beban biaya asuransi bagi pemilik rumah. Proyek ditargetkan rampung dalam 18 bulan atau pertengahan 2028. Tahap awal konstruksi 2-3 tower masih dalam negosiasi pembiayaan antara BTN dan KAI Properti. Hunian ini terintegrasi langsung dengan Stasiun Manggarai melalui jalur pejalan kaki (pedestrian) sepanjang 300 meter, mendukung konsep transit-oriented development (TOD). Inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap Program 3 Juta Rumah serta upaya optimalisasi aset perkeretaapian. Menteri PKP Dody Hanggodo menghadiri groundbreaking bersama Dirut KAI Didiek Hartantyo dan pejabat terkait.
KAI Resmikan Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai: 8 Tower, 3.784 Unit untuk MBR
Proyek rusun vertikal 24 lantai di lahan 2,2 ha KAI ditargetkan rampung pertengahan 2028 dengan harga di bawah Rp600 juta per unit

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta SID, BEI Terus Dorong Reformasi dan Pendalaman Pasar
Pada penutupan perdagangan 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 30.274.265 SID, sedangkan investor saham mencapai 10.052.059 SID. BEI menyebut pertumbuhan ini berlangsung seiring upaya reformasi, peningkatan keterhubungan emiten-investor, dan pendalaman pasar.
Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)
Newsroom · 16 Okt 2026, 00.53 WIB
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
