Dana Moneter Internasional (IMF) meminta pemerintah di berbagai negara memperbaiki kondisi fiskal di tengah tekanan ekonomi global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyampaikan seruan itu dalam konferensi pers Global Policy Agenda pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2026 di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2026). Georgieva meminta pemerintah meningkatkan penerimaan, merasionalisasi belanja, dan memperbaiki pengelolaan keuangan publik agar mampu menghadapi guncangan saat biaya pinjaman meningkat dan ruang fiskal terbatas. IMF memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 3,1 persen pada 2026, lebih rendah dari 3,4 persen pada 2025. IMF menyoroti imbal hasil obligasi di negara maju yang mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa dekade. Inflasi yang bertahan tinggi, permintaan investor, ekspektasi pertumbuhan terkait AI, dan kondisi fiskal disebut sebagai faktor pendorong. Imbal hasil acuan yang lebih tinggi dapat menaikkan biaya pinjaman negara lain, termasuk negara berkembang. IMF mencatat porsi penerimaan pemerintah yang digunakan untuk pembayaran utang negara berpendapatan rendah naik dari 6 persen satu dekade lalu menjadi 14 persen saat ini. Pada saat yang sama, bantuan pembangunan menurun dan minat investor asing terhadap aset berisiko masih terbatas. Negara berpendapatan rendah serta negara yang menghadapi konflik dan kerentanan dinilai paling terdampak.
IMF Minta Negara Benahi APBN Sebelum Tekanan Ekonomi Membesar
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva meminta pemerintah memperbaiki kondisi fiskal, meningkatkan penerimaan, merasionalisasi belanja, dan membenahi pengelolaan keuangan publik. Seruan itu disampaikan saat IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2026 sebesar 3,1 persen.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 15 Oktober 2026: TAPG, BSDE, MEDC
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan TAPG, BSDE, dan MEDC untuk perdagangan Kamis (15/10/2026), dengan sejumlah indikator teknikal dan target harga. Artikel juga menyebut prapenjualan BSDE dan akuisisi hak partisipasi MEDC yang masih menunggu persetujuan pemerintah.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 20.56 WIB
Sorotan AllianzGI ke Pasar Saham Indonesia
Allianz Global Investors Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, didukung disiplin fiskal, surplus perdagangan, cadangan devisa yang memadai, dan permintaan domestik yang stabil. Namun, kebijakan The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik dapat memengaruhi sentimen investor.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 20.56 WIB
0UMKM RI Dapat Jalan ke Pasar Global, Ada 10 Kesepakatan Ekspor Rp 69 Miliar
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut 10 nota kesepahaman UMKM senilai sekitar Rp 69 miliar dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2026 sebagai upaya membuka akses pasar global. Kesepakatan itu didukung penjajakan bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli luar negeri.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 20.27 WIB
