Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,94% pada penutupan sesi I perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, ke level 5.975,78. Indeks sempat dibuka menguat di 6.109,32 dan kemudian bergerak turun hingga menyentuh 5.971,41. CNBC Indonesia juga melaporkan koreksi 1,94% ke sekitar 5.975; angka tersebut dibulatkan. Sejumlah saham yang dalam pemberitaan dikaitkan dengan konglomerat ikut terkoreksi. BREN turun 8,52%, CUAN 9,09%, PTRO 8,84%, dan RATU 4,46%, menurut Bisnis.com. Rincian persentase dan harga saham individual tersebut belum mendapat konfirmasi silang dari sumber lain dalam penelusuran yang disajikan. Pelemahan tidak terjadi merata. Saham ICBP naik 0,72% dan INDF menguat 1,08%, sedangkan LSIP turun 1,68% dan SIMP melemah 0,89%. Karena itu, pergerakan sejumlah saham lebih tepat digambarkan sebagai beragam, meski mayoritas nama yang disebut dalam daftar saham terkait konglomerat mengalami penurunan. BRI Danareksa, sebagaimana dikutip Bisnis.com, menilai pasar mencermati sejumlah faktor global, termasuk perkembangan geopolitik Timur Tengah, data ekonomi Amerika Serikat dan China, serta agenda IMF dan Bank Dunia pada 12–18 Oktober. Analis juga menyoroti inflasi AS dan China, neraca perdagangan China, serta pidato pejabat Federal Reserve pada 14–16 Oktober sebagai hal yang menjadi perhatian pasar. Penjelasan tersebut merupakan pandangan analis yang dikutip media, bukan bukti bahwa faktor-faktor itu secara langsung menyebabkan koreksi IHSG. Adapun laporan CNBC Indonesia menguatkan angka penurunan indeks, tetapi tidak mengonfirmasi seluruh rincian saham satu per satu. Sumber: Bisnis.com (https://market.bisnis.com/read/20261012/7/2011782/ihsg-sesi-i-turun-194-ke-5975-saham-konglomerat-bren-ratu-cs-berguguran); CNBC Indonesia (https://www.cnbcindonesia.com/market/20261012123300-17-775308/ihsg-jatuh-2-siang-ini-analis-ungkap-sentimennya).
IHSG Sesi I Turun 1,94% ke 5.975,78, Sejumlah Saham Terkoreksi
BREN, CUAN, PTRO, dan RATU melemah menurut Bisnis.com. Namun, ICBP dan INDF justru menguat.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta SID, BEI Terus Dorong Reformasi dan Pendalaman Pasar
Pada penutupan perdagangan 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 30.274.265 SID, sedangkan investor saham mencapai 10.052.059 SID. BEI menyebut pertumbuhan ini berlangsung seiring upaya reformasi, peningkatan keterhubungan emiten-investor, dan pendalaman pasar.
Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)
Newsroom · 16 Okt 2026, 00.53 WIB
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
