Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis (15/10/2026), di tengah tekanan terhadap pasar saham global setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode September 2026. MNC Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar saham domestik dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap inflasi AS yang mencapai 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini jauh di atas target inflasi Federal Reserve (The Fed) sebesar 2 persen. Inflasi yang tinggi memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan moneter ketat. MNC Sekuritas memperkirakan ada potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed atau Federal Funds Rate (FFR) satu kali lagi sebesar 25 basis poin pada 2026. Prospek kenaikan suku bunga berpotensi menjaga imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield tetap tinggi, yakni di atas 5 persen. Hal itu meningkatkan risiko arus keluar modal (capital outflow) dari negara berkembang, termasuk Indonesia, baik dari pasar saham maupun obligasi. Imbal hasil aset berdenominasi dollar AS yang tinggi membuat investor mempertimbangkan kembali penempatan dana pada aset berisiko di pasar negara berkembang. IHSG merosot tajam sejam sebelum penutupan perdagangan Kamis. Per pukul 11.00 WIB, indeks turun 127,703 poin atau 2,15 persen ke level 5.815,321. Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG dibuka pada area 5.917,130 dan sempat menyentuh angka tertinggi 5.917,699. Tekanan jual yang meningkat membuat indeks merosot hingga menyentuh level terendah 5.804,210. Sebanyak 634 saham melemah, 77 saham menguat, dan 77 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan mencapai 17,397 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,259 triliun dan frekuensi 906.214 kali. Sektor energi melemah 3,93 persen, teknologi terkoreksi 2,58 persen, dan transportasi turun 3,10 persen. MNC Sekuritas menilai koreksi indeks sejalan dengan proyeksi teknikal sebelumnya: IHSG berada pada fase gelombang kelima (wave v) dari gelombang A (wave a). Area koreksi berikutnya diperkirakan pada rentang 5.744–5.794.
IHSG Sempat Anjlok Lebih dari 2 Persen, Inflasi AS Picu Kekhawatiran Investor
IHSG sempat turun lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis (15/10/2026), saat investor mencermati inflasi Amerika Serikat yang mencapai 3,7 persen secara tahunan. Kekhawatiran suku bunga AS bertahan tinggi turut menekan pasar saham domestik dan kawasan.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0291.000 Lowongan Kerja Luar Negeri Tersedia, Baru 25 Persen Terisi
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mencatat terdapat 291.000 lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi sepanjang 2026.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.02 WIB
0Kejar Penerimaan, Setoran Pajak Dipantau Tiap Pekan
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pajak (Dirjen) Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan, pemerintah akan memantau perkembangan penerimaan negara setiap pekan untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.02 WIB
0BSI Bidik Gen Z untuk Dongkrak Pasar Produk Halal Lokal
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membidik generasi Z untuk memperkuat pasar produk halal lokal sekaligus mendorong merek Indonesia menembus pasar global.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.02 WIB
