Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen ke level tertinggi dalam hampir sebulan pada akhir perdagangan Kamis (20/8/2026) waktu setempat atau Jumat (21/8/2026) pagi WIB. Kenaikan harga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan terhadap negara-negara yang memberikan dukungan kepada Iran. Pernyataan itu menambah kekhawatiran pasar di tengah perang yang masih mengganggu aliran minyak dari Timur Tengah. Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 2,16 dollar AS atau 2,4 persen menjadi 93,78 dollar AS per barrel. Harga itu menjadi yang tertinggi sejak 24 Juli 2026. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak September naik 2 dollar AS atau 2,3 persen menjadi 87,83 dollar AS per barrel, yang juga menjadi level tertinggi sejak 24 Juli 2026. Pada Rabu malam, Trump mengancam akan melancarkan "perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Iran. Ia juga memperingatkan akan ada konsekuensi bagi negara mana pun yang memberikan "segala bentuk bantuan" kepada Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan akan menggelar konferensi pers pada Senin untuk menjelaskan langkah yang akan diambil pemerintah AS. Ancaman tersebut muncul di tengah perang Timur Tengah yang telah menewaskan ribuan orang sejak konflik mencuat pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, blokade Iran terhadap Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas energi di berbagai wilayah Timur Tengah telah mengganggu aliran minyak dan gas secara signifikan ke berbagai belahan dunia.