Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (14/10/2026), memperpanjang pelemahan selama tiga sesi berturut-turut. Tekanan muncul setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,6% menjadi US$ 4.091,06 per ons troi pada pukul 11.30 waktu setempat atau 15.30 GMT. Harga tersebut merupakan level terendah sejak 7 Oktober 2026. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 1,5% ke US$ 4.112,90 per ons troi. Data inflasi yang lebih tinggi turut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks dolar AS naik 0,7%, membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober meningkat menjadi sekitar 42%, dari sekitar 22% sebelum data inflasi dirilis. Pasar juga memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 93%. Kenaikan suku bunga cenderung menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga, sementara obligasi menjadi relatif lebih menarik. Dalam jangka panjang, permintaan bank sentral dan kekhawatiran terhadap peningkatan utang pemerintah AS masih berpotensi mendukung emas. Analis Julius Baer Carsten Menke menyebut pembelian emas bank sentral yang kuat serta kekhawatiran terhadap utang dan beban bunga AS dapat kembali menopang harga. Logam mulia lain juga melemah. Harga perak spot turun 5,6% menjadi US$ 56,13 per ons troi, platinum melemah 3,3% ke US$ 1.609,19, dan paladium turun 2,3% menjadi US$ 1.100,22 per ons troi.
Harga Emas Dunia Anjlok 1,6%, Inflasi AS Picu Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed
Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada Rabu (14/10/2026), memperpanjang pelemahan selama tiga sesi berturut-turut. Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan mendorong dolar AS serta imbal hasil obligasi naik.
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta SID, BEI Terus Dorong Reformasi dan Pendalaman Pasar
Pada penutupan perdagangan 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 30.274.265 SID, sedangkan investor saham mencapai 10.052.059 SID. BEI menyebut pertumbuhan ini berlangsung seiring upaya reformasi, peningkatan keterhubungan emiten-investor, dan pendalaman pasar.
Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)
Newsroom · 16 Okt 2026, 00.53 WIB
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
