Harga Bitcoin berada di level 83.672 dollar AS pada Rabu (14/10/2026), naik 0,34 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, aset kripto itu masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan perubahan minat investor terhadap aset berisiko. Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin pada Selasa pagi sempat berada di sekitar 82.400 dollar AS, turun 1,45 persen dalam 24 jam dan 3,73 persen dalam sepekan. Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan pergerakan Bitcoin perlu dicermati bersama perubahan ekspektasi suku bunga, penguatan dolar AS, harga minyak, serta arus dana produk investasi Bitcoin. Ia mengingatkan faktor-faktor tersebut memengaruhi selera risiko, tetapi tidak memastikan arah harga berikutnya. Faktor pertama adalah penguatan dolar AS yang mendekati level tertinggi dalam 18 bulan, didukung permintaan aset yang dianggap aman dan perhatian terhadap data inflasi AS. Faktor kedua ialah harga minyak dan pengaruhnya terhadap ekspektasi inflasi; harga minyak sedikit melemah setelah naik sehari sebelumnya, sementara risiko gangguan pasokan energi masih diperhitungkan. Faktor ketiga adalah aliran dana pada produk investasi Bitcoin. Tekanan harga sebelumnya terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak dan arus dana keluar dari produk spot Bitcoin ETF di AS. Artikel mencatat indikator ekonomi dan arus investasi memberi konteks, tetapi tidak mencakup seluruh aktivitas investor maupun menjamin pergerakan harga.