Kemampuan belanja rumah tangga di Indonesia menunjukkan tanda-tanda pelemahan, meski optimisme konsumen terjaga. Hal itu tercermin dari meningkatnya alokasi pendapatan untuk konsumsi, sedangkan porsi tabungan menurun selama lima bulan berturut-turut. Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence Index/CCI) tercatat 118,1 pada September 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 118,5. Meski berada di zona optimistis, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah. Optimisme terhadap prospek ekonomi belum sepenuhnya diikuti perbaikan kondisi keuangan rumah tangga. Indeks Ekspektasi Konsumen (Consumer Expectation Index/CEI) untuk enam bulan ke depan naik menjadi 128,7 dari 127,6. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi (Current Economic Condition Index/CECI) turun menjadi 107,5 dari 109,4. Analis Mirae Asset Sekuritas Novani Karina Saputri mengatakan perubahan ekspektasi konsumen hanya menjelaskan sebagian kecil variasi pertumbuhan indeks penjualan ritel. Optimisme perlu dikonfirmasi melalui perbaikan pendapatan, kondisi ketenagakerjaan, dan realisasi penjualan sebelum dianggap sebagai sinyal pemulihan konsumsi yang lebih luas. Porsi pendapatan yang dialokasikan untuk konsumsi meningkat dari 72,3 persen pada Mei 2026 menjadi 74,9 persen pada September 2026. Porsi tabungan turun dari 17,5 persen menjadi 15,4 persen. Kenaikan terbesar porsi konsumsi pada September terjadi pada kelompok pengeluaran bulanan Rp 3,1 juta–Rp 4 juta dan Rp 4,1 juta–Rp 5 juta, masing-masing sebesar 2,4 dan 2,0 poin persentase. Indeks Penjualan Riil tumbuh 1,1 persen secara tahunan pada Juli 2026 dan 1,3 persen pada Agustus 2026, setelah terkontraksi 3,0 persen pada Juni 2026.