TANGERANG, KOMPAS.com – Produk berbahan baku lokal berpeluang menembus pasar internasional melalui inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat. Hal ini terlihat dari perjalanan tiga usaha UKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank yang memasarkan produknya ke berbagai negara. Ketiga UKM tersebut adalah Puri Food and Healthy yang memproduksi gula aren cair, CV Mandiri Coffee atau Mancafe yang mengolah kopi Sumatera, serta CV Centerindo Kurnia Tritama yang mengembangkan minuman herbal dan produk turunan rempah. Dalam mengembangkan usaha, ketiganya memperoleh dukungan LPEI melalui pelatihan, promosi, fasilitasi pameran, hingga pertemuan dengan calon pembeli internasional. Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. LPEI memfasilitasi partisipasi 10 pelaku usaha binaannya dalam pameran yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026. LPEI, yang juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank, merupakan special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan yang menjalankan mandat untuk mendukung ekspor nasional. Layanannya mencakup Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi, serta Jasa Konsultasi bagi pelaku usaha. Salah satu program pendampingan yang dijalankan adalah Coaching Program for New Exporters (CPNE). Program ini memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar ekspor, pengelolaan keuangan, legalitas dan sertifikasi, desain produk, riset pasar, korespondensi bisnis, pengiriman barang, pembayaran, penetapan harga, hingga pemasaran digital. Corporate Secretary LPEI Dyza Rochadi mengatakan, TEI 2026 menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan ekspor. “Melalui TEI 2026, pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan ekspornya, termasuk aspek kepabeanan dan layanan ekspor bersama petugas Bea Cukai dan LNSW,” ujar Dyza kepada Kompas.com, Rabu (14/10/2026). Dukungan untuk memperluas pasar tersebut menjadi bagian dari perjalanan masing-masing UMKM dalam mengembangkan produk dan menjangkau konsumen di luar negeri. Berikut kisah mereka dalam membangun usaha hingga menembus pasar ekspor. Puri Food and Healthy mengembangkan gula aren cair berbahan dasar nira aren yang praktis digunakan untuk memasak. Usaha ini dirintis pada 2021, ketika pandemi Covid-19 membatasi aktivitas berbagai sektor. Pemilik Puri Food and Healthy Putri Nasution mengatakan, ide tersebut muncul saat ia dan suaminya tidak memiliki pekerjaan selama pandemi. Mereka kemudian melihat peluang untuk mengolah nira aren menjadi produk bernilai tambah. Berbeda dari gula aren padat yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum digunakan, produk cair yang dikembangkan Puri Food and Healthy dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak. Putri menjelaskan, produknya menggunakan nira aren tanpa tambahan bahan pengawet. Proses produksi juga mempertahankan cara pemasakan menggunakan kayu bakar untuk menghasilkan cita rasa manis dengan aroma smoky atau berasap. “Kami memang konsisten di satu produk, yaitu gula aren cair. Kami ingin ketika orang mengenal Puri Food and Healthy, mereka langsung mengenal gula aren cair kami,” kata Putri saat ditemui Kompas.com. Selain mengembangkan produk, Putri menjalin kerja sama dengan petani aren di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ia menyebut sekitar 500–600 petani terhubung dengan usahanya, meskipun belum seluruhnya aktif memasok bahan baku. Menurut Putri, kerja sama tersebut membuka alternatif pemasaran bagi petani yang sebelumnya memiliki pilihan pasar terbatas. Nira yang disadap petani dapat diserap untuk diolah menjadi gula aren cair. “Kami berapa pun yang mereka suplai, kami tampung,” ujarnya. Produk gula aren cair tersebut telah dipasarkan ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Di Malaysia, Putri menyebut produknya menjangkau konsumen di Penang, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru. Pengiriman dilakukan secara berkala dengan jumlah yang menyesuaikan permintaan pembeli.
Cerita 3 UKM Binaan LPEI Tembus Pasar Ekspor, dari Gula Aren hingga Kopi
TANGERANG, KOMPAS.com – Produk berbahan baku lokal berpeluang menembus pasar internasional melalui inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat. Hal ini terlihat dari perjalanan tiga usaha UKM binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank yang memasarkan produknya ke berbagai negara.
Diperbarui:
/data/photo/2026/10/15/6ad0c16fbc442.jpg)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun
Direktur Utama Bayan Resources Low Tuck Kwong membeli sekitar 100 juta saham BYAN senilai Rp1,12 triliun untuk tujuan investasi. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 10,25% dari hak suara.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
