JAKARTA, investor.id – Aksi korporasi PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) yang melepas 50% saham anak usahanya, PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom/SAS), kepada produsen bahan tambahan pangan asal Denmark, Denico Food Ingredients, menandai langkah strategis perseroan merambah pasar bahan baku pangan olahan internasional. Dalam paparan publik insidentil perseroan, Direktur Utama SMLE Siu Min menegaskan aksi pengambilalihan saham eksisting ini tidak dilakukan melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) baru, melainkan divestasi saham entitas anak yang ditargetkan rampung pada Januari hingga Februari 2027. SMLE pun dipastikan tetap memegang kendali penuh atas operasional Sinarom. “Dengan adanya Denico mengambil alih 50% saham SAS, kami memiliki keyakinan bahwa bisnis Sinar Aroma sendiri bisa dieskalasi ke arah yang lebih besar. Kami juga bisa memanfaatkan pasar yang sudah terbentuk oleh Denico, terutama di Asia dan Timur Tengah,” ujar Siu Min dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Denico Food Ingredients telah beroperasi sejak 2001 di Denmark dan mengelola portofolio lebih dari 800 jenis bahan baku pangan. Sekitar 80% penjualannya menyasar pasar ekspor di luar Uni Eropa. Denico memiliki sertifikasi keamanan pangan International Featured Standards (IFS) Food dan izin otoritas pangan Denmark, serta lini produk B2B bersertifikat halal. Masuknya Denico akan mentransformasi Sinarom, yang didirikan pada 2024 dan sebelumnya berfokus pada peracikan perisa serta campuran minyak rempah, menjadi New Sinarom. Melalui transfer teknologi dan formulasi Eropa, entitas baru ini akan memperluas portofolio ke lima kategori: solusi daging olahan dan unggas, mayones dan saus, olahan susu dan es krim, pemrosesan makanan laut, serta bumbu makanan ringan. SMLE menargetkan pasar domestik dengan potensi nilai US$50 juta hingga US$76 juta. Pasar Timur Tengah dan Afrika Utara akan dijangkau melalui kantor operasional Denico di Dubai. Siu Min menyebut Indonesia diposisikan sebagai basis produksi bahan baku untuk pasar regional. Denico telah menilai fasilitas pabrik Sinarom perlu diperbesar untuk menampung kenaikan volume produksi. Perusahaan juga menyatakan bersedia mengalihkan sebagian lini manufaktur dari Belanda ke Indonesia. Nilai final transaksi belum ditetapkan dan masih mengacu pada evaluasi penilai independen. Uji tuntas diperkirakan selesai pada akhir 2026; jika persetujuan regulator dan OJK terpenuhi, fasilitas produksi Indonesia dijadwalkan memasok jaringan Denico secara penuh pada semester II-2027.