Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Rabu (14/10/2026). Sejumlah saham seperti BRPT, MAPI, hingga MEDC bergerak melaju. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 0,29% ke level 5.943,02 pada Rabu (14/10/2026). Sepanjang hari, indeks bergerak pada level 6.009,95—5.906,74. Sebanyak 291 saham menguat, 342 melemah, dan 330 saham stagnan. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terpantau naik 9,16% ke Rp1.430, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 8,68% ke Rp1.565, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 6,55% ke Rp1.545. Hal yang sama terjadi pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang naik 3,70% ke Rp28, PT Indosat Tbk. (ISAT) naik 3,41% ke Rp2.120, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) naik 3,01% ke Rp1.370. Sebaliknya, kinerja lesu dialami antara lain oleh PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang turun 3,77% ke Rp2.550, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turun 3,09% ke Rp1.410, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 2,37% ke Rp330. Pelemahan juga dialami oleh PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) yang turun 1,70% ke Rp173, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) turun 1,61% ke Rp3.050, dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 1,20% ke Rp165. Sebelumnya, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menilai perhatian pasar pada perdagangan hari ini akan tertuju pada rilis data CPI AS September, dengan konsensus inflasi tahunan 3,6% atau mengalami kenaikan dari 3,4% dari Agustus. Realisasi di atas atas ekspektasi dinilai berisiko memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta dana asing ke pasar emerging market. Selain itu, perkembangan geopolitik dan sentimen MSCI juga dinilai perlu dicermati. “Secara teknikal, candle terakhir membentuk hammer di area support 5.850–5.800, membuka peluang technical rebound. Namun, MACD masih menunjukkan momentum bearish sehingga konfirmasi penguatan tetap diperlukan. Jika support ditembus, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750, sementara resistance terdekat berada di 6.000–6.020,” tulis analis dalam risetnya, Rabu (14/10/2026). Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.