JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengklaim banyak negara asing yang meminta Presiden Prabowo Subianto mengirim tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. “Saat ini peluang pasar kerja luar negeri sangat besar. Bapak Presiden setiap kali bertemu dengan beberapa kepala negara selalu ditanya, 'can you send dapatkah kamu mengirim pekerja dari Indonesia?' karena negara-negara di dunia senang dengan pekerja Indonesia,” ucap Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, dalam Konferensi Pers di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Kamis (15/10/2026). Namun, tingginya permintaan dari luar negeri tetap harus diimbangi dengan kompetensi para pekerja Indonesia. Tapi, yang menjadi persoalan ada ketidaksesuaian kompetensi yang dimiliki para lulusan Indonesia dengan kebutuhan industri. Imbasnya, dari 291.000 lowongan kerja luar negeri yang tersedia untuk pekerja Indonesia, baru 25 persen yang terisi. “Tinggal bagaimana kita menyiapkan kompetensinya. Sementara peluang kerja luar negeri kita besar dan demand sangat tinggi, suplai kita terbatas karena demand tersebut membutuhkan kompetensi,” sambung dia. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi pekerja adalah dengan menggelar program pelatihan seperti SMK Go Global. SMK Go Global merupakan program direktif Presiden Prabowo Subianto yang terus digencarkan. Lewat program ini, pekerja akan mendapat pelatihan seperti tata boga, pariwisata, manufaktur, dan lain sebagainya. Dengan pelatihan itu diharapkan para pekerja Indonesia bisa langsung terserap industri global. Masuk menjadi program prioritas membuat pelaksanaan SMK Go Global dibiayai negara alias gratis untuk para peserta. “Semuanya dibiayai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Termasuk biaya penempatannya nanti menggunakan skema pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) oleh pemerintah,” pungkas dia.
Pemerintah Sebut Banyak Negara Asing Minta Prabowo Kirim Pekerja Indonesia ke Luar Negeri
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengklaim banyak negara asing yang meminta Presiden Prabowo Subianto mengirim tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.
Diperbarui:
/data/photo/2026/10/15/6ad0cfd88ee37.jpg)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Cerita Bos Kawan Lama Pilih AZKO dan Tinggalkan ACE Hardware
CEO ruparupa sekaligus Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Teresa Wibowo menceritakan keputusan Kawan Lama Group mengakhiri kerja sama waralaba ACE Hardware dan mengembangkan merek sendiri, AZKO. Pertimbangannya mencakup persyaratan kerja sama dan strategi jangka panjang perusahaan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
