JAKARTA, investor.id - Di balik layanan air minum perpipaan yang terus dikembangkan untuk warga Jakarta, ada tata kelola internal yang turut menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan perusahaan. Salah satunya adalah pengelolaan arsip yang tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Atas upaya tersebut, PAM JAYA menerima Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan Tahun 2026 dengan hasil penilaian AA (Sangat Memuaskan). Penghargaan diberikan dalam rangka Festival PUSTAKARSA (Perpustakaan, Kearsipan dan Sastra) Tahun 2026 pada Rabu (14/10), di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. PAM JAYA menjadi salah satu dari delapan BUMD penerima penghargaan setelah melalui penilaian kearsipan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta pada Juni-Juli 2026, bersama 14 BUMD lainnya. Rano Karno menekankan pentingnya literasi dan kearsipan dalam membangun masyarakat, memahami masa lalu, serta memperluas wawasan. Festival PUSTAKARSA menjadi ruang apresiasi kinerja pengelolaan kearsipan dan mendorong kolaborasi melalui konsep GLAM (Galeri, Perpustakaan, Arsip, dan Museum). PAM JAYA menyatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen menjaga akuntabilitas dan memori kelembagaan melalui penyelamatan serta pelindungan arsip. Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan penghargaan itu menjadi apresiasi atas upaya perusahaan memperkuat tata kelola melalui pengelolaan arsip yang profesional dan bertanggung jawab. Perusahaan menyebut hasil kategori AA menjadi dorongan untuk mempertahankan standar pengelolaan kearsipan. Penguatan tata kelola diharapkan mendukung operasional yang profesional, transparan, dan berkelanjutan dalam pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta.