Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah tipis pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026. Berdasarkan data Doo Financial Futures pukul 09.05 WIB, rupiah terkoreksi 12 poin atau 0,07% ke Rp17.912 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelaku pasar cenderung menunggu rilis data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat pada malam hari. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak konsolidasi dengan potensi melemah terbatas. Kenaikan harga minyak mentah dunia membayangi pergerakan rupiah, tetapi dampaknya dapat teredam oleh koreksi indeks dolar AS dan penurunan imbal hasil US Treasury setelah pernyataan dovish pejabat The Fed John Williams. Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850–Rp17.950 per dolar AS. Pada pukul 10.33 WIB, BCA menetapkan kurs e-rate beli Rp17.875 dan jual Rp17.895. Kurs TT counter serta bank notes masing-masing mencatat beli Rp17.710 dan jual Rp17.990. BRI pada pukul 10.46 WIB menetapkan kurs e-rate beli Rp17.878 dan jual Rp17.898. Untuk TT counter, kurs beli Rp17.790 dan jual Rp17.990. Bank Mandiri pada pukul 09.15 WIB menetapkan special rate beli Rp17.880 dan jual Rp17.910. Kurs TT counter dan bank notes masing-masing beli Rp17.690 dan jual Rp17.990. BNI pada pukul 10.35 WIB menetapkan special rate beli Rp17.868 dan jual Rp17.893. Kurs TT counter beli Rp17.690 dan jual Rp17.990, sedangkan bank notes beli Rp17.765 dan jual Rp18.065.