Guru Besar Ilmu Ekonomi Moneter dan Perbankan Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai penyaluran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berdampak buruk bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Selama ini rekening payroll PNS dinilai menjadi sumber likuiditas yang stabil dan dana murah bagi sebagian besar BPD. Menurut Rahma, dana payroll dapat menekan biaya bunga bank. Jika dana tersebut bergeser secara signifikan ke koperasi, BPD mungkin harus mencari pendanaan lain yang lebih mahal, seperti deposito. Berkurangnya likuiditas murah juga dapat mempersempit ruang BPD untuk menyalurkan kredit produktif dan konsumtif, termasuk kredit multiguna bagi ASN. Rahma mengatakan potensi kerugian bergantung pada pelaksanaannya. Jika Kopdes bermitra dengan perbankan untuk menyediakan layanan pengambilan gaji, posisi BPD dinilai tetap aman. Namun, ia mengingatkan potensi migrasi nasabah perlu dicermati, misalnya jika koperasi menawarkan insentif atau akses fisik yang lebih dekat bagi ASN dan pensiunan di desa. Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan Kementerian Keuangan membicarakan kemungkinan koperasi menjadi unit layanan pembayaran gaji pegawai negeri dan pensiunan.
Gaji PNS Bakal lewat Kopdes, Bank Daerah Berpotensi Kehilangan Dana Murah
Ekonom Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai pemindahan payroll PNS ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mengurangi dana murah yang menopang likuiditas Bank Pembangunan Daerah. Risiko dinilai bergantung pada apakah koperasi menggantikan peran bank atau bermitra dengannya.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
