Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum terlihat nyata, sementara biaya anggaran dan risiko pelaksanaannya sudah jelas. Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia Akhmad Akbar S mengatakan belum ada data evaluasi dari Badan Gizi Nasional atau pihak terkait yang menunjukkan dampak MBG terhadap kesehatan anak. Akbar mengatakan desain MBG dinilai belum sejalan dengan sasaran penanganan stunting. Mengacu pandangan ahli kesehatan yang ia rujuk, penanganan stunting seharusnya berfokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, sedangkan penerima MBG mencakup anak usia sekolah hingga siswa SMP dan SMA. Studi dari tempat lain tentang program serupa menunjukkan pemberian makanan di sekolah cenderung meningkatkan kehadiran siswa, tetapi dampaknya terhadap prestasi pendidikan dan kesehatan cenderung rendah. Akbar mengingatkan hasil studi tersebut tidak dapat dianggap sebagai evaluasi MBG di Indonesia. Ia mengakui evaluasi dampak membutuhkan waktu, tetapi data tetap diperlukan. Akbar menyoroti perubahan alokasi anggaran MBG pada 2026. Anggaran yang sempat disebut Rp 335 triliun—terdiri atas Rp 268 triliun untuk BGN dan Rp 67 triliun sebagai cadangan—kemudian diturunkan menjadi Rp 248 triliun dan kembali berubah menjadi Rp 217 triliun. Ia juga menyoroti risiko kasus keracunan dan perbedaan data jumlah kasus serta anak terdampak. Menurutnya, ketiadaan satu data yang jelas menjadi persoalan bagi program dengan anggaran besar.
Besarnya Anggaran MBG, CORE Indonesia Soroti Kebutuhan Evaluasi Dampak
CORE Indonesia menilai manfaat program Makan Bergizi Gratis belum terlihat nyata, sementara anggaran dan risiko pelaksanaannya sudah jelas. Organisasi itu menyebut belum ada data evaluasi dampak program terhadap kesehatan anak.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Cerita Bos Kawan Lama Pilih AZKO dan Tinggalkan ACE Hardware
CEO ruparupa sekaligus Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Teresa Wibowo menceritakan keputusan Kawan Lama Group mengakhiri kerja sama waralaba ACE Hardware dan mengembangkan merek sendiri, AZKO. Pertimbangannya mencakup persyaratan kerja sama dan strategi jangka panjang perusahaan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
