Berdasarkan perkiraan yang disampaikan Presiden Bank Dunia Ajay Banga, negara-negara berkembang hanya akan menciptakan sekitar 400 juta pekerjaan dalam periode yang sama. Kelima sektor yang dibahas tidak hanya diarahkan untuk menarik pekerjaan dari negara maju, tetapi juga membangun pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi ekonomi lokal. “Kelima sektor itu penting untuk menumbuhkan lapangan kerja, dan semuanya tidak bergantung pada pemindahan pekerjaan dari negara maju ke negara berkembang,” kata Banga dalam diskusi tersebut. Sektor-sektor itu berkaitan pula dengan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas kesempatan kerja. Infrastruktur—jalan, jembatan, bandara, jaringan digital, pasokan listrik, dan layanan air—membutuhkan tenaga kerja serta mendukung kegiatan usaha. Banga juga memasukkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari infrastruktur, termasuk pendidikan dan pelatihan keterampilan. Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam menyoroti potensi pekerjaan dari investasi energi dan menyebut energi terbarukan dapat menghasilkan tiga kali lebih banyak pekerjaan dibandingkan energi fosil untuk setiap investasi 1 miliar dollar AS.
Bank Dunia Ungkap 5 Sektor yang Bisa Menciptakan Banyak Lapangan Kerja
Penciptaan lapangan kerja menjadi tantangan besar bagi negara berkembang di tengah perubahan teknologi.
Diperbarui:
/data/photo/2025/10/22/68f87a185e5da.jpg)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Achmad Baiquni Jadi Direktur I KFC Indonesia, Ini Susunan Direksi FAST
PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola KFC Indonesia, menunjuk mantan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni sebagai Direktur I untuk periode 2026–2030. Pengangkatan itu disetujui dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 20.46 WIB
0Saham BBCA Anjlok 14,81 Persen, Ini Respons Manajemen BCA
Saham BBCA turun 14,81 persen ke Rp 5.175 pada penutupan perdagangan 16 Oktober 2026, di tengah gejolak pasar modal terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. BCA menyatakan tetap mencermati dinamika pasar dan berfokus pada fundamental serta tata kelola perusahaan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 20.46 WIB
0RI-Rusia Percepat Perjanjian Dagang Bebas, Sawit hingga Kopi Dibidik
Indonesia dan Rusia membahas perluasan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri, termasuk peluang perjanjian dagang bebas.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 19.37 WIB
