JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengungkapkan, total aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.131 triliun. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dengan pangsa sebesar 11,36 persen dari total aset keuangan nasional. “Di sektor syariah, aset keuangan syariah mencapai Rp 3.131 triliun, tertinggi sepanjang sejarah dengan pangsa 11,36 persen dari keuangan nasional,” kata Dradjad dalam agenda Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Dradjad juga menyebut Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dalam hal kepemilikan aset sukuk. Menurutnya, besarnya potensi ekonomi syariah dapat menjadi salah satu modal bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2027 dan menuju 8 persen dalam jangka menengah. “Ekonomi syariah itu menjadi salah satu andalan bagi kita untuk mencapai pertumbuhan 6 persen tahun 2027, dan 8 persen di jangka menengah. Sebagai bagian dari peningkatan daya saing,” tuturnya. Dradjad menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah, seiring meningkatnya potensi pasar global. Belanja masyarakat Muslim dunia pada 2029 diproyeksikan mencapai hampir 3,6 triliun dollar AS. Sementara itu, aset keuangan syariah global diperkirakan mencapai 9,72 triliun dollar AS. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah menyiapkan lima arah strategi pengembangan ekonomi syariah. Pertama, memperkuat industri halal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal. Dradjad menyebut, sebagian besar nasabah UMKM yang dilayani memiliki akad pembiayaan berbasis syariah. “Di Indonesia itu ada secara kumulatif 22 juta nasabah (UMKM), tapi sekarang 13 juta nasabah yang tiga perempatnya itu adalah berakad berbasis syariah. Nah ini perlu kita kuatkan, UMKM halal, mereka bukan hanya mikro, mereka ultra mikro,” ujarnya. Kedua, pemerintah akan meningkatkan ekspor dan kerja sama internasional agar pelaku industri halal Indonesia mampu bersaing di pasar global. “Jadi kita juga harus bisa bermain dan berdaya saing di tingkat global,” tambahnya. Ketiga, pemerintah mendorong penguatan ekosistem halal di berbagai lapisan industri, baik di tingkat hulu maupun hilir. Keempat, pemerintah akan memperkuat pengembangan keuangan syariah dengan melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kelima, pemerintah berupaya mengoptimalkan dana sosial syariah yang meliputi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sebagai instrumen pembiayaan pembangunan. Dradjad mengungkapkan, potensi dana ZISWAF di Indonesia mencapai Rp 343 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunannya baru mencapai Rp 41 triliun atau sekitar 12 persen dari potensi yang tersedia. “Potensi ZISWAF mencapai Rp 343 triliun per tahun, tetapi realisasinya baru Rp 41 triliun, hanya 12 persen. Ini adalah gap yang sangat besar yang perlu kita atasi,” urainya. Menurut Dradjad, optimalisasi dana sosial syariah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan nasional.
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.131 Triliun, Jadi Modal Kejar Pertumbuhan Ekonomi
Wakil Menko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyebut total aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.131 triliun atau 11,36 persen dari total aset keuangan nasional. Pemerintah menyiapkan lima arah strategi pengembangan ekonomi syariah.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Cerita Bos Kawan Lama Pilih AZKO dan Tinggalkan ACE Hardware
CEO ruparupa sekaligus Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Teresa Wibowo menceritakan keputusan Kawan Lama Group mengakhiri kerja sama waralaba ACE Hardware dan mengembangkan merek sendiri, AZKO. Pertimbangannya mencakup persyaratan kerja sama dan strategi jangka panjang perusahaan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
